Tradisi Maulid Nabi di Lombok

Awal tahun 2015 kali ini di sambut dengan perayaan Maulid Nabi. Di Lombok pada saat ini harga daging dipastikan meroket, bukan karena harga bensin naik lalu turun lagi lho .. melainkan karena di Lombok ada tradisi “Ruah Maulud” yaitu berkumpul bersama atau pesta kecil-kecilan dengan mengundang kerabat dan tetangga-tetangga dekat. Bahkan untuk masyarakat yang terbilang mampu, selain mengundang kerabat dekat mereka juga mengundang fakir miskin dan anak yatim makan-makan di rumahnya. Yang khas saat acara ini adalah jajanannya, yang biasanya sulit ditemukan di hari hari biasa.
Dalam acara ini daging adalah kebutuhan pokok selain ayam telur dan ikan laut. Mereka menabung selama setahun untuk biaya perayaan ini, jika kurang maka perhiasan pun rela digadaikan atau dijual.

Sebenarnya masih banyak tradisi unik lainnya dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, berikut di antaranya:

  • 1. Tradisi “ngurisan” atau cukur rambut bayi

    Tradisi ini merupakan tradisi yang sudah lama dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB), dilakukan kepada bayi yang baru lahir atau berumur dibawah enam bulan, dilaksanakan di masjid atau mushalla pada hari-hari besar agama Islam, terutama saat peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid). Yang unik adalah Seluruh tokoh agama dan masyarakat yang diundang diharuskan mencukur atau memegang kepala bayi tersebut.

     2.Tradisi Musik Gerantung

    Tradisi di daerah Dasan Beleq,(Lombok Utara) sangat berbeda dengan perayaan maulid yang dilaksanakan oleh masyarakat Lombok pada umumnya. Disini Maulid dirayakan dengan membunyikan gerantung atau alat musik tradisional selama 24 jam lebih tanpa henti. Sebelum dibunyikan alat musik tradisional tersebut dibersihkan di sebuah sumur yang dianggap suci oleh masyarakat setempat. Jadwal prosesi maulid adat dilaksanakan sesuai dengan kalender lokal yang merupakan perhitungan turun temurun dari leluhur.

    3. Tradisi di Desa Adat Bayan, Lombok Utara

    Tradisi ini dipusatkan di Masjid Kuno Bayan Beleq yang diperkirakan dibangun pada abad 16 oleh para penyebar Islam. Ada banyak urutan kegiatan yang dilakukan selama dua hari berturut turut berdasarkan Lingsereat atau kalender adat Bayan. Yang unik adalah adanya “Praja Maulud”, Praja Maulud ini mengambarkan proses terajdinya perkawinan langit dan bumi, Adam dan Hawa, yang disimbolkan dengan pasangan penganten. Prosesi ini dilakukan oleh pranata-pranata adat Bayan.

    4. Tradisi di Dasan Agung, Mataram

    Di Kelurahan Dasan Agung terdapat 12 kampung yang secara bergiliran memperingati maulid hingga bulan Rabiul Awal selesai. Dua minggu sebelumnya ibu-ibu dibantu putra putrinya membuat berbagai jenis jajan atau kue tradisional seperti jaje (jajanan) tarek, kaliadem, keciprut, lardan, rengginang dan iwel atau sejenis dodol terbuat dari ketan hitam.
    Dikatakan, tamu di masjid disuguhkan hidangan tiga kali pertama sekitar pukul 11.00 Wita disebut “dualang penyampah” atau sarapan khusus untuk jajan, kemudian setelah sholat dzuhur para tamu dihidangkan nasi dengan berbagai jenis lauk pauk dan terakhir sekitar pukul 17.00 Wita diberikan “dulang penamat” hidangan yang isinya khusus buah-buahan seperti pisang, nangka, rambutan dan manggis.

    5. Tradisi Migel

    Tradisi Migel (tarian) dilaksanakan oleh masyarakat komunitas Gumantar pada setiap perayaan Maulid. Migel (tarian) biasanya digelar disekitar kompleks Mesjid Kuno Gumantar. Kegiatan tarian Migel ini dilakukan oleh segala lapisan masyarakat, baik dari kalangan anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Terutama yang lebih menonjol adalah dilakukan oleh para gadis.

    Mau mendapatkan penghasilan sendiri? isi data di kolom berikut dan dapatkan informasi bagaimana caranya mempunyai penghasilan sendiri.
    Penting!! Jangan isi form berikut ini apabila tidak ngin mendapatkan email berseri dari d’BC Network.

    Dari mana anda mendengar tentang website ini?
    Kami menjaga kerahasiaan data anda

     

     

    Bisnis Ibu Rumah Tangga di www.ida-oktivira.com
    spacer

    Leave a reply